Mahasiswa Hukum Ini Tak Malu Kuliah Sambil Jualan Makanan Dan Minuman, Bikin Salut

Pati, 3 Desember 2024 — Semakin banyak mahasiswa, khususnya di Fakultas Hukum, yang memilih untuk kuliah sambil menjalankan bisnis. Beberapa mahasiswa hukum mengaku bahwa menjalani bisnis sambil belajar dapat memberikan pengalaman praktis yang berharga, selain memperoleh pengetahuan akademis.
Mengambil jurusan hukum saat kuliah tentu bukan hal yang bisa dilakukan semua orang. Selain membutuhkan otak yang cerdas, kita juga membutuhkan kemampuan berpikir kritis, ketekunan, dan keterampilan komunikasi yang baik.
Salah satu contohnya adalah Silvy, mahasiswa semester 3 Fakultas Hukum di Universitas Safin Pati. Ia mengelola sebuah bisnis yang menjual berbagai makanan dan minuman. Menurutnya, bisnis tersebut tidak hanya membantu keuangannya, tetapi juga memberikan pengalaman yang relevan dengan jurusan yang sedang ia tekuni.

“Di dunia hukum, kita dituntut untuk memahami berbagai aspek, termasuk aspek hukum perjanjian. Menjalankan bisnis sambil kuliah memberikan saya pemahaman praktis yang sulit didapatkan di dalam kelas”, ujar Silvy.
Silvy bercerita, kuliah sambil kerja sudah lama direncanakan. Dulu waktu semester 2, dia bekerja di sebuah butik yang tugasnya sebagai admin dan model/mereview pakaian, dll. Namun, baru terlaksana kurang lebih 6 bulan dia memutuskan untuk resign karena merasa bahwa pekerjaannya membuat dia tidak bisa ikut/aktif dalam kegiatan-kegiatan kampus.
“Sebenarnya orang tua saya melarang kuliah sambil kerja, sering sekali orang tua saya bilang: “kamu itu tugasnya cuma belajar, fokus kuliah saja jangan mikirin yang lain-lain nanti malah terganggu kuliahnya”. Jujur saja, dulu waktu saya melamar pekerjaan dan akhirnya keterima kerja, saya sama sekali tidak bilang pada orang tua saya dan berusaha untuk menutupinya. Sampai suatu saat ketika orang tua saya bertanya karena saya sering pergi dari rumah dan mengira saya keluyuran, saya mencoba jujur kalau saya pergi dari rumah alasannya adalah karena bekerja. Namun, orang tua saya malah mengira saya sedang lelucon dan tidak percaya sama sekali. Singkat cerita, saya terus berusaha membuktikan bahwa saya memang benar-benar bekerja dan orang tua saya pun akhirnya percaya”, ujar Silvy.
Silvy menambahkan, awal mula dia jualan makanan dan minuman ini hanya karena dia iseng. Berkat dukungan dari orang-orang terdekat dan keluarga, bisnis ini pun berjalan walaupun baru berjalan sekitar 1 bulanan. Dia menjelaskan bahwa pekerjaan ini sama sekali tidak menggangu kegiatan perkuliahannya.
“Kalau mengganggu sih tidak ya, kan saya mangkal jualan hanya di hari sabtu saja, itu pun cuma mulai dari jam 3 sore sampai habis, biasanya alhamdulillah jam setengah sembilan malam sudah habis. Namun, bila ada customer yang ingin delivery di lain hari sabtu, maka saya akan tetap melayani jika bahannya masih ada dan saya sedang tidak mager. Seperti contoh, di hari Selasa tadi saya menerima pesanan teman-teman dari USP dan membawanya kekampus”, lanjutnya.
Bagi Silvy, kuliah bukan hanya sekadar belajar dan mengerjakan tugas saja, tapi lebih dari itu, ia juga mampu menyalurkan hobi yang dimiliki, salah satunya dengan berbisnis. Dengan demikian, para mahasiwa yang menjalani bisnis sambil kuliah harus pandai mengatur waktu agar tidak mengganggu kuliah dan tugas-tugas akademik mereka. Keseimbangan antara akademik dan kewirausahaan menjadi kunci bidang tersebut.

goodjob🔥👍🥰,tetap semangat💪