Tak Harus Jago Bicara, Ini Ciri Orang dengan IQ Tinggi yang Sebenarnya

Banyak orang beranggapan bahwa seseorang yang fasih berbicara, sopan, atau berperilaku tenang pasti memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi. Namun menurut psikolog klinis Anastasia Sari Dewi, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Dalam wawancara bersama detikHealth, Sari menjelaskan bahwa IQ (Intelligence Quotient) tidak bisa diukur hanya dari cara seseorang berbicara atau berperilaku. “IQ itu kompleks, meliputi kemampuan logika, analisis, berpikir abstrak, serta daya tangkap terhadap informasi baru,” jelasnya.

Orang dengan IQ tinggi umumnya memiliki kemampuan berpikir logis dan analitis, cepat dalam memahami sesuatu, serta mampu merangkai informasi menjadi satu kesimpulan yang tepat. Meski begitu, Sari menekankan bahwa karakter atau kepribadian seseorang tidak selalu mencerminkan tingkat kecerdasannya.

“Bisa saja orang yang memiliki IQ tinggi justru berkepribadian pendiam, kalem, atau sebaliknya sangat ekspresif dan berani mengambil risiko,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak menilai kecerdasan hanya dari penampilan luar. Asumsi seperti “yang jago ngomong pasti pintar” atau “yang sopan pasti cerdas” tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.

“Kecerdasan tidak bisa disimpulkan dari perilaku sosial semata. Yang terpenting adalah kemampuan berpikir, memahami, dan memecahkan masalah secara logis,” tutur Sari.

Dengan begitu, menilai seseorang berdasarkan sikap atau gaya bicara semata bukanlah cara yang tepat untuk menentukan seberapa tinggi tingkat IQ-nya.

Sumber: detikHealth

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *