
Desa Gunungwungkal di pegunungan Jrahi, Pati, kini terkenal bukan hanya karena alamnya yang indah dan asri, tapi juga tempat rekreasi seperti J’Kopi dan vihara. Yang paling menarik adalah usaha Batik Gunung, yang memproduksi batik pegunungan dengan motif tanaman kopi dan tanaman lokal. Ini menawarkan keindahan unik, sekaligus membuka peluang kerja baru bagi warga dan jadi oleh-oleh khas Jrahi. Usaha ini didirikan akhir November 2018 oleh ibu-ibu warga setempat, yang bereksperimen dengan motif terinspirasi lingkungan sekitar, termasuk tanaman kopi sebagai identitas daerah. “Awalnya, kami ingin berkarya dan tambah penghasilan,” kata salah satu keluarga yang memproduksi pembuatan batik ini.
Proses pembuatannya masih tradisional: mulai desain motif, canting lilin, pewarnaan, hingga pelorotan. Pengrajin menuangkan keindahan alam Jrahi ke kain dengan teliti. Tantangan utama adalah cuaca pegunungan yang tak menentu, yang memperlambat pengeringan dan pewarnaan. “Hujan sering datang, tapi kami tak menyerah,” ujar seorang pengrajin. Meski begitu, semangat mereka tetap tinggi, menciptakan lapangan kerja untuk ibu-ibu dan inspirasi bagi generasi muda Jrahi untuk berkarya demi kemajuan daerah dan bangsa.
Batik Gunung bukan hanya kerajinan, tapi kearifan lokal yang jadi sumber ekonomi. Dengan ketekunan dan pemanfaatan alam, warga desa bisa buat produk berkualitas tinggi yang banggakan, sambil bangun masa depan lebih baik untuk komunitas.
P.D